(c) healthylifecarenews
Eh, tunggu sebentar. Mengatakan 'beberapa menit' rasanya sudah berlebihan, ya? Karena tidak semua orgasme bisa bertahan selama itu. Ada yang bilang kalau orgasme cuma bisa bertahan selama beberapa detik. Ada juga yang bilang, "Ah, satu menit saja rasanya jarang-jarang." Yang lebih parah lagi, ada beberapa wanita yang setelah sesi bercinta selesai, bahkan bertanya-tanya dalam hati, "Saya tadi orgasme tidak ya? Tidak ingat..."
Studi dari Archives of Sexual Behavior baru-baru ini menemukan kalau orgasme bisa bertahan lama! Dan, Anda tak cuma bisa merasakannya di organ tubuh sensitif saja, tapi semua kenikmatan tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh. Fenomena ini dinamakan flushing dan flooding: hawa 'panas' yang muncul di dalam tubuh, kemudian bergerak lambat menjalar ke seluruh area. Tapi tak berhenti di situ saja lho. Timothy Ferris, penulis buku The 4-Hour Body, menambahkan lagi rentetan kabar baik ini dengan menyatakan, "Seorang wanita bisa merasakan klimaks selama 15 menit." Yap, LIMA BELAS MENIT! Apakah ini terdengar terlalu.... too good to be true? Rasanya tak ada cara lain untuk tahu, kecuali dengan mencobanya malam ini. So cancel all plans for tonight, and get ready for your (long-lasting) pleasure.
Step 1: Sexy Thoughts
Untuk melancarkan misi extended orgasm ini, Anda harus memulainya dengan imajinasi. Sebelum sesi bercinta dimulai, pejamkan kedua mata dan pikirkan kalau sebentar lagi Anda akan mendapatkan sensasi dari sentuhan setiap jemarinya, jilatan lembut lidahnya, dan permainan Mr. Happy. Pikirkan perasaan yang akan datang menghampiri saat Anda nyaris mencapai klimaks; sensasi kejang yang intens, dari klitoris menuju jemari kaki Anda. Kemudian, bayangkan sensasi tersebut merambat perlahan-lahan ke seluruh tubuh, bahkan di area yang sebenarnya tidak sensitif.
Bayangkan pasangan menyentuh belakang lutut Anda, atau kulit tipis di area ketiak. Karena menurut Beverly Whipple, PhD, penulis The Science of Orgasm, menanamkan 'adegan-adegan seksi' di kepala seperti ini adalah kunci dari kualitas sebuah orgasme. Karena ketika Anda membayangkan sebuah sensasi, otak Anda akan langsung menerjemahkannya menjadi respon fisik. So go ahead and imagine.
Step 2: Touch All, But...
Setelah semua pakaian sudah ditinggalkan, minta pasangan untuk menyentuh dan mencium seluruh area tubuh Anda, KECUALI 'tombol-tombol panas' Anda seperti payudara dan klitoris. Biarkan ia memulai dari ujung jemari kaki, menciuminya satu persatu, perlahan naik ke betis, lalu area di bawah kedua lutut, garis batas pinggul, dan membuat lingkaran-lingkaran kecil di area pusar. Jangan lupakan juga jari-jari tangan, pertemuan antara bahu dan ketiak, leher, dan kulit sensitif di bawah rahang. "Foreplay seperti ini akan menstimulasi nerve endings di berbagai area tubuh. Jadi saat Anda klimaks nanti, sensasi elektriknya akan menjalar kemana-mana," tutur Carole Altman, PhD, pengarang Electrify Your Sex Life.
Step 3: Art of 69
Hmmm, sampai di bagian ini, pasti sebenarnya Miss Cheerful sudah sangat tidak tahan untuk bertemu dengan Mr. Happy, bukan? Well, tahan dulu, darling. Satu hal yang mesti Anda ingat baik-baik: perlakukan orgasme seperti seorang tamu istimewa, jadi Anda tak bisa memaksanya datang dengan terburu-buru. Apa lagi kalau Anda berniat untuk memintanya 'tinggal' selama mungkin.
Maka, berbaringlah telentang di atas ranjang, taruh bantal di kepala untuk menyangga leher Anda. Kedua kaki Anda ditekuk, tapi dibuka lebar-lebar (butterfly position). Kalau posisi ini membuat pinggul Anda kram, taruh bantal di bawah lutut Anda. Minta pasangan duduk tepat di sisi kanan pinggul Anda (posisi membelakangi), dengan dua bantal di bawah bokongnya. Kaki kirinya ditekuk melintasi tubuh Anda. Ini sebenarnya mirip seperti si dia sedang melakukan posisi reverse cowgirl, hanya saja ia duduk di samping (bukan di atas) pinggul Anda.
Step 4: G-Spot Get Set!
Pasangan meletakkan tangan kirinya di bawah bokong Anda, dua jari di pipi bokong kiri, dua jari di pipi bokong kanan. Ibu jari di letakkan di ujung bawah Miss Cheerful. Lalu, dengan tangan kanannya, ia membuka 'mulut' Miss Cheerful, mendorong hood klitoris (bagian yang berbentuk seperti 'atap') Anda dengan pergelangan tangan. Lalu, ibu jarinya menarik hood ke belakang, otomatis menekan spot paling sensitif dari klitoris Anda. Dengan hidungnya terletak tepat di depan klitoris, maka otomatis, hood klitoris Anda akan berada pada posisi jam 12. Lalu, di posisi jam 1, ia akan menemukan satu titik sensitif - yang kerap dinamakan 'kantung' antara hood dan klitoris. Sentuh spot ini dengan ujung jari telunjuknya (bukan ruas), maka pastikan ia sudah memotong kuku.
Step 5: Sense Stroke
Spot ini jangan ditekan, tapi dielus secara konstan. Ia boleh mengubah-ubah ritme setelah dua atau tiga menit, dari cepat menjadi lambat. Selama 15 menit setelahnya, Anda akan mulai merasakan kenikmatan yang sangat intens. Kontraksi orgasme yang sangat kencang kadang bisa membuat Anda merasa seperti ingin buang air kecil. Tapi tenang, semua akan hilang setelah beberapa saat.
Step 6: Climax Mode
Setelah sesi 15 menit tadi berlalu, pasangan harus melakukan proses yang disebut dengan grounding. Ia menekan tulang di bawah hood Anda ke atas, menggunakan kedua telapak tangannya yang ditumpukkan (seperti posisi tangan seseorang yang sedang melakukan CPR). Semakin kencang ia menekan, Anda pun semakin siap memasuki climax mode.
Step 7: Ultimate Orgasm
Saatnya Mr. Happy beraksi! Sembari penetrasi, jepit otot Kegel Anda di sekitar Mr. Happy (seperti sedang menahan buang air kecil). Tahan beberapa menit, lalu rasakan kejangan mulai terasa di dalam Miss Cheerful, merambat ke luar menuju abdomen bawah Anda. "Menjepit otot Kegel mengencangkan proses Anda menuju klimaks, mendorong seluruh tubuh Anda untuk bereaksi," jelas Carole. Teruslah 'menjepit' hingga Anda merasakan kedatangan puncak kenikmatan, sehingga saat Anda membiarkannya lepas, the big O akan berubah menjadi the biggest O. Ever.

0 komentar:
Posting Komentar